
Menanamkan Tauhid Sejak Dini: Mengapa Orang Tua Harus Bijak Memilih Lembaga Pendidikan
Pendahuluan
Setiap orang tua mendambakan anak yang tumbuh menjadi penyejuk mata. Mereka ingin melihat anaknya berakhlak baik, memiliki ilmu yang bermanfaat, dan kelak mendoakan orang tuanya setelah tiada. Namun, sering kali kita lupa: semua cita-cita itu tidak akan mungkin tercapai bila pondasi anak tidak dibangun dengan benar.
Pondasi itu adalah tauhid. Ia adalah akar dari segala kebaikan, penopang bagi seluruh amal, dan benteng dari segala penyimpangan. Anak yang ditanamkan tauhid sejak kecil akan kokoh menghadapi badai zaman, tetapi anak yang dibiarkan tumbuh tanpa tauhid ibarat rumah megah di atas pasir: tampak indah sebentar, lalu roboh diterpa gelombang pertama.
Karena itu, salah satu keputusan terbesar orang tua adalah memilih lembaga pendidikan. Bukan sekadar sekolah yang bagus fasilitasnya, bukan sekadar lembaga yang unggul prestasi akademik, tetapi sekolah yang menanamkan tauhid, menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menjaga fitrah anak agar tetap lurus di atas Islam.
Tauhid: Warisan Para Nabi
Sejak dahulu, para nabi menjadikan tauhid sebagai pelajaran pertama bagi anak-anak mereka. Ibrahim alaihissalām berwasiat kepada anaknya:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Dan Ibrahim mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya‘qub: ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’” (QS. al-Baqarah: 132)
Luqman juga berpesan kepada putranya:
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqmān: 13)
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan akidah sejak usia dini kepada Ibnu ‘Abbas dengan sabda beliau:
“Wahai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah…” (HR. at-Tirmidzi, No. 2516)
Inilah teladan agung: bahwa pendidikan sejati dimulai dengan menanamkan tauhid di hati anak.
Lembaga Pendidikan: Gerbang Penentu
Anak bagaikan tanah yang subur. Apa pun yang ditanamkan di atasnya akan tumbuh. Jika ditanam tauhid, akan tumbuh iman yang kokoh. Jika ditanam dunia semata, akan tumbuh cinta yang berlebihan pada dunia.
Karena itu, orang tua harus berhati-hati memilih lembaga pendidikan. Lihatlah bukan hanya pada dinding kelas yang indah atau fasilitas yang lengkap, tetapi perhatikan apa yang ditanamkan dalam hati anak-anak. Apakah lembaga itu mengenalkan Allah sejak dini? Apakah ia menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an dan Sunnah? Apakah ia menjaga anak-anak dari pemikiran yang menyimpang?
Di era ketika televisi, gawai, dan media sosial merampas perhatian anak, justru lembaga pendidikan harus menjadi benteng tauhid, tempat anak kembali kepada Rabb-nya, bukan sekadar tempat mengejar nilai rapor.
Orang Tua: Amanah dan Pilihan
Tidak ada yang paling menentukan masa depan anak kecuali orang tuanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari)
Hadis ini mengingatkan bahwa orang tua adalah penentu. Pilihan mereka terhadap lingkungan, teman, dan terutama lembaga pendidikan akan membentuk masa depan anak. Salah memilih, maka fitrah bisa rusak. Tepat memilih, maka fitrah akan terjaga hingga dewasa.
Penutup
Wahai ayah dan ibu, jangan biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa pondasi tauhid. Jangan sampai mereka cerdas di dunia, tetapi kosong dari iman. Jangan sampai mereka pandai berhitung, tetapi lupa menyebut nama Allah.
Pilihlah lembaga pendidikan yang menanamkan tauhid sejak dini. Sebab tauhid adalah cahaya yang akan menerangi langkah anak, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Mari kita bermohon kepada Allah dengan doa para nabi:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Āli ‘Imrān: 38)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menuntun kita untuk bijak memilih jalan pendidikan anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang shalih, teguh dalam tauhid, dan menjadi penyejuk mata di dunia serta penyelamat bagi kita di akhirat.
Hafizh Abdul Rohman, Lc

