Sambutan Pembina Labib

Sambutan Pembina

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ ٱلصَّالِحَاتُ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْأَنْبِيَاءِ وَٱلْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta‘ala, Dzat yang telah memuliakan manusia dengan ilmu, meninggikan derajat orang-orang yang beriman, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mendekat kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pendidik agung dan teladan utama, yang dengan bimbingan beliau kita mengenal hakikat iman, ilmu, dan amal.

Amma ba‘du…

Hadirin yang semoga dirahmati Allah,

Masa kanak-kanak adalah fase paling menentukan dalam kehidupan seorang manusia. Ia merupakan masa paling panjang dan paling subur untuk menanamkan aqidah, membentuk akhlak, serta membimbing arah hidup anak-anak kita. Pada masa ini, fitrah mereka masih berada di atas kebaikan: hati yang bersih, jiwa yang lembut, kepolosan yang alami, dan semangat belajar yang sangat tinggi.

Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa anak adalah amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya ibarat permata yang belum tergores apa pun. Jika ia diarahkan kepada kebaikan, ia akan tumbuh di atas kebaikan itu. Jika ia dibiarkan tanpa arahan, ia akan mudah terseret pada keburukan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى ٱلْفِطْرَةِ، وَإِنَّمَا أَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari no. 1292)

Hadirin yang saya muliakan,

Tugas mendidik anak bukanlah urusan sampingan, melainkan pondasi utama kehidupan. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrīm: 6)

‘Alī Radhiyallāhu ‘anhu menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Didiklah mereka dan ajarilah mereka.”

Mendidik anak adalah jalan menuju surga. Mengabaikan pendidikan berarti menjerumuskan mereka ke jalan yang salah. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi orang tua dan para pendidik kecuali bersungguh-sungguh dalam amanah ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَلِّمُوا، وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا

“Ajarilah, mudahkanlah, dan jangan persulit…” (HR. Ahmad no. 556, sanadnya shahih)

Hadirin yang berbahagia,

Namun kita juga tidak menutup mata, banyak orang tua hari ini yang dilanda kebingungan dalam mendidik anak. Mereka sering bertanya: bagaimana cara mengarahkan anak agar patuh? Apa yang harus dilakukan bila anak keras kepala atau terbiasa berbohong? Bagaimana jika anak lebih betah bersama teman-teman buruknya daripada nasihat orang tuanya? Semua pertanyaan ini nyata dan dialami banyak keluarga.

Jawaban dari kebingungan itu tidak ditemukan pada ideologi asing atau teori pendidikan yang rapuh. Solusinya ada dalam Al-Qur’an, sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan nasihat para ulama. Rasulullah adalah pendidik sejati, yang membina generasi sahabat hingga menjadi manusia terbaik. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

“Jika kalian menaati beliau, niscaya kalian akan mendapat petunjuk.” (QS. An-Nūr: 54)

Hadirin yang semoga dimuliakan Allah,

Kuttab Labib hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Kami tidak hanya memberi pelajaran akademik, tetapi berusaha menjaga fitrah anak-anak agar tetap bertauhid kepada Allah dan siap beribadah kepada-Nya. Kami berusaha menanamkan aqidah, membiasakan ibadah, serta membentuk akhlak mulia.

Melalui program pendidikan yang ditempuh, anak-anak dididik untuk mencintai Al-Qur’an dan As-Sunnah, tumbuh dengan rasa malu yang terpuji, serta terbiasa menghormati orang tua dan guru. Mereka dibimbing agar memahami bahwa kemuliaan ada pada memberi, bukan meminta; pada ketundukan kepada Allah, bukan pada kesombongan dunia.

Kami percaya, pendidikan yang benar sejak dini akan melahirkan generasi Qur’ani: imannya kokoh, akalnya cerdas, akhlaknya mulia, dan ibadahnya lurus. Generasi ini kelak mampu memakmurkan dunia tanpa melupakan akhirat.

Karena itu, kami mengajak seluruh wali santri dan kaum Muslimin untuk bersama-sama mendukung pendidikan Islam. Mari kita jadikan Kuttab Labib sebagai sarana menunaikan amanah besar ini, yaitu menjaga fitrah anak-anak kita dan membimbing mereka menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Akhirnya, kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala agar memberkahi setiap langkah kita, menjaga anak-anak kita dari fitnah zaman, dan menjadikan mereka penerus kebaikan yang membanggakan di dunia serta penolong di akhirat.

والله ولي التوفيق

Bandung, 05 Rabiul Akhir 1447 H/27 September 2025 M

Pembina Kuttab Labib

Ustadz Hafizh Abdul Rohman, Lc.